aku senang.

pernahkah kamu ingin tahu hal apa yang mampu membuatku senang? kalau hal itu pernah terbesit dipikiranmu, maka aku akan bercerita sedikit.

aku adalah gadis yang ceroboh, namun jangan salah. seluruh detail perjalanan cintaku denganmu masih terekam jelas dikepalaku. bagaimana pertama aku menemukanmu, mencari tahu tentangmu, berkenalan denganmu, bertemu denganmu, berbagi cerita denganmu, percakapan-percakapan hangat kita berdua, tempat-tempat yang pernah kita kunjungi, hal-hal bodoh yang kita lakukan, hal-hal mesra yang kita lakukan, canda kita, sedih kita, pertengkaran kita, pelukan kita. beryukurlah aku, sepertinya Tuhan tidak mau menghapus apapun tentangmu dari hati dan pikiranku.

aku adalah gadis aneh. kamu tahu hal aneh apa yang aku lakukan dalam mencintaimu? aku sanggup menangis-tersenyum-menangis-tersenyum berjam-jam hanya karena membaca ulang pesan-pesan kita. aku sanggup tak tidur hanya demi menghabiskan waktu berjam-jam untuk membayangkan dan mengingatmu, setelahnya, menangis lagi, tersenyum lagi. aku sanggup menghadirkanmu dalam mimpiku setiap hari, dan kamu tahu? entah kenapa aku selalu bisa menghadirkanmu ke mimpi tidurku. aku sanggup berjam-jam menceritakanmu kepada Tuhan tentang bagaimana perasaanku. dan semua hal aneh itu punya dua sisi, menyakitkan dan menyenangkan.

lalu, kesenanganku.
kesenanganku adalah mengingatmu, sayangku.
mengingat dulu kau adalah orang yang sering menyisir rambutku, memarahiku kalau aku berdandan berlebihan, mengingatkan aku supaya makan yang banyak, mengucapkan salam setiap mau tidur, memberikan aku pelukan hangat, mendekap aku saat sedang menangis, mengajakku masuk kedalam duniamu, makan berdua denganmu, menggangguku mengerjakan tugas, berfoto berdua denganmu, bernyanyi denganmu, membangunimu tidur, bercanda denganmu, kelaparan saat tengah malam denganmu, main ps denganmu walaupun aku sama sekali tidak tahu, bertukar pikiran denganmu, memain-mainkan rambutmu, ya Tuhan, banyak sekali, indah sekali. sangkin indahnya, aku sampai lupa kalau yang terlalu indah juga mampu menciptakan perih. setiap bagian dari cerita kita berdua membuat aku meneteskan air mata. kenapa Tuhan menciptakan sesuatu seindah kamu dihidupku yang awalnya kosong ini? kenapa Tuhan menciptakan sosok yang rela menopangku dari kesedihan dan membawaku pada keceriaan walaupun akhirnya ada perpisahan diantara kita?

Tuhan, sungguh. kepada dia lah aku pernah sangat setia. kepada dia lah aku tak pernah ingin mendua. kepada dia lah aku ingin terus bersama. kepada dia lah aku ingin selalu bercerita. kepada dia lah aku ingin selalu membagi cinta. kenapa Kau menciptakan perpisahan, Tuhanku? setelah semua kebahagiaan yang aku dapat, kenapa Kau membiarkan aku menjadi kosong dan sedih lagi?

sayangku, kamu mungkin tidak tahu bagaimana perasaanku saat dibuat tertawa olehmu. bahkan dalam setiap tawa ku yang tercipta olehmu, selalu ada doa untukmu.
kau juga mungkin tidak tahu bagaimana kerasnya degup jantungku setiap kali kamu menatap mataku, atau setidaknya melihatmu tersenyum kearahku.

aku senang, aku pernah bersamamu. entah bagaimana pun kelanjutan kisah ini nanti, aku selalu berdoa untukmu. kamu selalu tahu kalau hatiku tetap milikmu, tetap menjadi rumahmu. dan Tuhan juga tahu sepasang tangan dan mata ini selalu berdoa dan menangis untukmu.

that's why.

Aku hanyalah gadis umur 18 tahun, sebentar lagi 19 tahun anyway, yang kekanakan, cerewet, egois, cemburuan, pecicilan, heboh, berantakan, dan masih sering ceroboh entah dalam hal apa yang seringkali membuatmu kesal, jengkel atau bahkan berusaha menahan sabar.

Aku bukanlah gadis anggun, aku berbeda dengan gadis-gadis yang kau kenal dihidupmu, yang bahkan cara berbicara saja harus diatur-atur. Aku berbicara didepanmu sama seperti aku berbicara didepan semua temanku. Aku tak pernah mau jaim kalau tertawa dihadapanmu, ngakak selebar-lebarnya dihadapanmu juga aku tak pernah merasa malu. Terkadang juga mau yang mengingatkan aku tentang dudukku yang berantakan. Bahkan didepanmu hampir setiap hari aku tampil tanpa makeup diwajahku. Aku berbeda dengan gadis-gadis yang kau kenal dihidupmu, yang harus tampil cantik maksimal didepanmu. Tapi aku memilih untuk membiarkanmu mengetahui aku senaturalnya diriku.

Aku bukanlah gadis cantik. Aku hanyalah gadis biasa yang kau sindir kalau aku pakai pensil alis setipis mungkin, dan kau tetap bisa melihatnya dalam keadaan tipis, dan kau pasti bilang "mau jadi cabe-cabean?", dan... Oke fix aku langsung iyuwh lihat diriku sendiri. Aku hanya gadis biasa yang kau sindir ketika bedakku lebih tebal dari biasanya, padahal itu hanyalah sedikit bb-cream. Aku hanyalah gadis biasa yang juga kau sindir kalau pakai lipstick ketebalan, dan iya kamu selalu benar, aku jadi merasa "omg iya, aku jadi norak", hehe.

Tapi walaupun begitu, aku bersyukur telah lahir sebagai diriku, dan pernah dipertemukan dengan makhluk sepertimu. Aku adalah kekuranganku, dan memilikmu dihidupku yang mampu menyempurnakanku. Aku berantakan, dan kau yang merapikan aku. Aku bisa menjadi diriku sendiri saat bersamamu. Benarkah itu cinta?

That's why I can't forget you like you do to me now. That's why I still remember you.
Lalu, bagian mana yang kau lupakan? Bagian mana yang kau tiadakan?
Sayangku, aku akan tetap percaya pada hati kecilku bahwa ketulusan yang kupancarkan akan membuahkan keindahan pada ujungnya. Melupakannya, justru hanya akan membohongi diriku sendiri.

dari Virgo-mu.

Ada banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan. Kamu telah menjadi bagian diriku, dan munafik jika aku mengaku tidak kehilanganmu. Kamu menyenangkan, meneduhkan, dan hal sederhana itu selalu berhasil membuatku jatuh cinta berkali-kali. Peluk dan rangkulanmu adalah tempat paling sederhana yang selalu ingin aku kunjungi, sayangnya aku tak diizinkan lagi masuk ke duniamu. Sekarang, kita adalah dua orang yang berjauhan, yang berakting seakan tak saling kenal, dan menjalani hari seakan dulu kita tak punya perasaan apapun. Bukankah berpura-pura seakan semua tak penah terjadi adalah hal yang paling menyakitkan untuk dilewati?

Aku rindu kamu dan selalu ingin tahu kabarmu, tapi aku berusaha melawan perasaan itu, agar aku bisa cepat melupakanmu, kemudian menjalani hari-hariku senormal mungkin. Empat bulan lamanya, kita pernah bersama, mungkin di mata banyak orang terlalu sebentar. Namun hanya aku dan kamulah yang tahu bagaimana kita punya kedekatan emosional yang tak pernah orang lain pahami. Aku berterima kasih padamu untuk empat bulan yang ajaib bagiku.

Aku tak tahu apakah semua yang kamu rasakan benar cinta atau hanya iseng belaka. Yang jelas, kamu berhasil membuatku jatuh cinta, dan berhasil membuatku menangis seharian, bahkan terkadang hampir setiap hari dari hari yang kujalani selepas kamu mengakhiri hubungan ini tanpa penjelasan. Kalau pun kamu tak ingin menemuiku lagi, kalau pun kita tak akan pernah seperti dulu lagi, aku hanya punya satu permintaan.
Tolonglah tetap membawa namaku dalam sholatmu, dalam doamu, sesering ketika aku selalu menyebut namamu didalam sholat dan doaku.

Dari Virgo-mu,
yang mudah menangis.
Mungkin saya bukan orang yang paling sempurna untuk membimbing kamu, tapi percayalah, setiap pertemuan pasti memiliki maksud yang sempurna. Untuk kamu, saya ada. Dan, untuk saya, kamu ada. Kita hadir untuk menyempurnakan satu sama lain.
 
Bagaimanapun aku benar-benar sedang berusaha untuk mengerti kamu. Demi Tuhan, aku saat ini selalu berusaha mengalah dan menahan emosiku. Jika kamu benar-benar ingin tahu. 
Ada tawa, ada tangis. Ada mimpi yang dirajut, ada pula rencana yang tidak terlaksana.
Selalu ada pelukan dan genggaman tangan untuk saling menguatkan. Akan tetap ada mimpi dan rencana berikutnya untuk coba diwujudkan. -nonadamanik- 
Pada lautan air mata kita belajar, untuk kepedihan yang mendidik kita agar tak gentar. Bertahan menjadi akar, dan bersemi pada keteguhan yang mekar. Begitulah sejarah menuntut kita untuk melangkah kembali, meniti tangga hari, berdiri, dan bangkit untuk kemudian berlari.
 
nonadamanik Blog Design by Ipietoon